Warga Tiga Kecamatan di Garut Konsolidasi, Siapkan Aksi Desak Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak

Garut, dapurberita.id – Kerusakan jalan yang menghubungkan Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat, memicu keresahan masyarakat. Warga dari tiga kecamatan tersebut kini menyatukan aspirasi dan menyiapkan aksi untuk mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan.
Konsolidasi masyarakat digelar oleh para inisiator bersama warga yang peduli terhadap kondisi infrastruktur. Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk menyamakan persepsi sekaligus menyusun tuntutan yang akan disampaikan kepada pemerintah.
Koordinator forum, Lukman, menyebut masyarakat yang tergabung dalam Gema BSP atau Gerakan Masyarakat Banjarwangi, Singajaya, Peundeuy akan menggelar aksi damai pada Kamis, 20 Agustus 2026. Aksi rencananya dipusatkan di Gedung DPRD Kabupaten Garut.
“Ini tuntutan utama kami adalah perbaikan jalan raya Singajaya, Banjarwangi, dan Peundeuy. Kami ingin persoalan ini segera mendapatkan perhatian dan solusi dari pemerintah,” ujar Lukman, Minggu (16/08/2026).
Perwakilan masyarakat Peundeuy, Ucu Tutun, mengatakan konsolidasi tersebut dilakukan untuk menyatukan suara masyarakat dari tiga kecamatan yang menghadapi persoalan serupa.
“Kami masyarakat dari tiga kecamatan akan menggelar aksi pada 20 Agustus mendatang. Ini bagian dari upaya menyampaikan aspirasi bersama agar perbaikan jalan segera direalisasikan,” kata Ucu.
Menurut masyarakat, kondisi jalan yang rusak tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan akses masyarakat di tiga kecamatan.
Dalam aksi nanti, warga tidak hanya membawa tuntutan mengenai perbaikan jalan Singajaya–Banjarwangi–Peundeuy. Mereka juga berencana menyampaikan aspirasi terkait pemanfaatan pajak kendaraan.
Masyarakat berharap penerimaan pajak kendaraan dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan di daerah, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Melalui aksi di DPRD Kabupaten Garut, warga berharap tuntutan tersebut mendapat perhatian serius dan menghasilkan langkah konkret untuk menangani kerusakan jalan yang menjadi akses utama masyarakat di wilayah selatan Garut.















