Pergerakan Tanah di Banjarwangi Garut, Satu Rumah Ambruk Empat Lainnya Terancam

D1n

Garut, dapurberita.id – Pergerakan tanah terjadi di Kampung Genteng, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kondisi tersebut menyebabkan satu rumah warga mengalami kerusakan berat hingga sebagian bangunannya ambruk pada Senin kemarin.

Peristiwa ini juga menimbulkan kekhawatiran karena terdapat empat rumah warga yang berada tepat di bawah bangunan terdampak dan berpotensi terkena material jika terjadi ambruk susulan.

Rumah warga tersebut berada di kawasan dengan kontur tanah yang labil dan dekat dengan tebing. Pergerakan tanah disebut semakin parah setelah wilayah tersebut merasakan guncangan gempa yang terjadi di Pangandaran beberapa waktu lalu.

Untuk mencegah terjadinya hal yang lebih buruk, bagian bangunan yang masih berdiri akhirnya dibongkar. Langkah tersebut dilakukan karena kondisi rumah dinilai berisiko kembali ambruk dan membahayakan rumah warga yang berada di bawahnya.

 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat pergerakan tanah menyebabkan bangunan ambruk, penghuni rumah diketahui sedang berada di luar.

Salah seorang warga, Muhamad Eka Dani, menuturkan bahwa tanda-tanda pergerakan tanah mulai terlihat setelah gempa, ditandai dengan munculnya sejumlah retakan.

“Ini awalnya ketika ada gempa Pangandaran kemarin, ada pergerakan tanah dan retakan, hingga rumah ini ambruk. Kemudian dirobohkan karena takut material bangunan ambruk lagi. Sebab di bawahnya ada sejumlah rumah warga,” kata Eka, Selasa (18/8/2/2026).

Pasca kejadian, pemerintah kecamatan bersama BPBD Kabupaten Garut dan Satpol PP langsung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen.

Petugas memeriksa kondisi tanah sekaligus memetakan potensi bahaya terhadap rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi pergerakan tanah.

Plt Kasi Trantib Kecamatan Banjarwangi, Hikmat, menyebut satu rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan empat rumah lainnya berada dalam kondisi terancam.

“Kami bersama BPBD dan Satpol PP melaksanakan asesmen pasca terjadi pergerakan tanah yang mengakibatkan rumah ambruk. Yang terdampak satu rumah rusak berat, sementara empat rumah lain di bawahnya terancam,” katanya.

Petugas mengingatkan warga agar tidak berada terlalu dekat dengan lokasi pergerakan tanah. Warga juga diminta segera meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman apabila kembali terjadi pergerakan tanah atau muncul retakan baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
SukeTahuBatikCisitu