Duarr ! Mobil Pembawa BBM Eceran di Garut Meledak, Api Nyaris Lahap Rumah dan Warung

F1

Garut, dapurberita.id – Kebakaran hebat sebuah mobil mini bus terjadi di Garut, Jawa Barat. Diduga kuat kendaraan tersebut membawa Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran yang hendak dijual lagi pedagang. Meski tidak ada korban jiwa namun warga sekitar terdampak kebakaran mengamuk karena kobaran api nyaris saja masuk ke perkampungan.

Suara ledakan tiba-tiba membuat warga Kampung Panyosogan, Desa Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, merasa kaget. Ternyata suara tersebut berasal dari kendaraan mini bus jenis futura yang terbakar hebat di Jalan Raya Cibatu–Garut. Peristiwa terjadi pada Sabtu (17/1/2026) sore, pengendara maupun masyarakat dibuat panik karena kobaran api sangat cepat membungbung tinggi ke udara.

Terdapat seorang pengemudi yang berhasil selamat dari kobaran api, ia langsung menepi ke pinggir jalan dalam keadaan kaget. Tak hanya itu, pengemudi yang diketahui Bernama Dedi tersebut mengalami luka bakar di bagian tangan dan langsung dievakuasi warga sekitar.

Diduga kuat api berasal dari percikan korsleting kelistrikan kendaraan yang menyambar ke jerigen BBM yang ada di dalam mobil. Warga sekitar mengenal kendaraan tersebut kerap membawa BBM eceran yang berasal dari SPBU terdekat.

“Sepertinya bawa bensin eceran yang dimuat ke kendaraan, warga sebetulnya sudah keberatan dengan aktivitas seperti itu karena sebelumnya pernah terjadi kebakaran akibat bensin eceran,” kata Agus, Ketua BPD Desa Wanakerta, Sabtu (17/1/2026).

Upaya pemadaman dilakukan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, namun saat damkar menembakan air ke mobil yang terbakar api malah semakin membesar karena bensin eceran tersebut diperkirakan masih banyak tertampung di dalam mobil.

Sebuah warung dan sebuah rumah nyaris saja ikut terbakar, beruntung petugas damkar terlebih dahulu menjinakan api yang merembet dari BBM yang mengalir ke dekat rumah dan warung. Warga sekitar sempat kesal dan nyaris saja menghakimi pengemudi, geramnya masyarakat karena aktivitas pembawa bensin eceran yang sudah dua kali mengalami kebakaran di daerah tersebut.

“Tadi warga kesal karena in ikan kejadian bukan kali pertamanya, untungnya pengemudi dibawa ke rumah RT agar tak diamuk warga,” tutup Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
SukeTahuBatikCisitu