Asyik, Gaji ASN dan PPPK Garut Cair???

Garut, dapurberita.id – Gaji pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dalam Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut Jawa Barat, sempat tertunda. Meski ada keterlambatan hingga satu pekan lebih, para ASN dan PPPK tidak ada yang berani speak up, namun sebagian curhat di status aplikasi whatsapp.
Bupati Garut berdalih, keterlambatan gaji diterima oleh para ASN dan PPPK disebabkan adanya verifikasi tahunan dari SKPD namun sebagian banyak hari ini gaji para ASN dan PPPK telah cair ke rekening masing – masing.
Jumlah ASN dan PPPK yang ada di Kabupaten Garut ada 18 ribu orang, mereka berdinas dari tingkat SKPD, Badan hingga Kecamatan. Terlambatnya gaji yang masuk ke rekening masing masing pegawai, Syakur sapaan akrab Bupati didasari oleh verifikasi tahunan oleh masing – masing SKPD sehingga perlu pencocokan karena adanya perubahan data.
“barusan kita bahas dalam rapat, ternyata itu diverifikasi jadi awal tahun itu perlu verifikasi, Pemerintah Kabupaten memiliki dana tapi verifikasi harus hati – hati ternyata banyak perubahan – perubahan.,” kata Abdusy Syakur Amin, Bupati Garut, Senin (12/1/2026).
Bupati memang telah membahas keterlambatan gaji ini pada briefing bersama para Kepala Dinas dan Kepala Bagian di ruang rapat Pemda Garut. Ia bahkan menyatakan persoalan gaji pegawai akan cair dalam minggu ini.
Kali pertamanya gaji pegawai negara di Pemda Garut terlambat hingga hitungan pekan, namun Syakur menambahkan bahwa sebagian banyak pegawai sejak Jumat 9 Januari 2026, hingga Senin 12 Januari 2026 telah menerima hak mereka.
“minggu – minggu ini sudah bisa cair, tidak banyak sih, kan biasanya kan awal bulan karena ini awal tahun agak unik karena ada verifikasi tahunan. Hanya verifikasi saja uangnya sudah ada gak masalah, tidak ada kendala lain, aman,”tambahnya.
Salah seorang staf di lingkungan Pemda Garut yang namanya enggat disebut mengaku, hingga pagi tadi saldo di rekening biasa ia menerima gaji masih belum bertambah yaitu hanya Rp 60 ribu saja, sehingga staf tersebut menganggap gaji pokoknya itu belum masuk hari ini.
“lihat saja, masih segini kan, artinya belum masuk,” tukas staf yang namanya tak disebut.















