Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Dikebumikan Di Garut

F1

Garut, dapurberita.id – Almarhum Deden Maulana, petugas Kementrian Kelautan Perikanan (KKP) yang jadi salah satu korban pesawat jatuh di gunung Bulusaraung Sulawesi Selatan, dikebumikan di tanah kelahiranya di Garut Jawa Barat. Prosesi pemakaman dilakukan oleh seluruh staf KKP bersama keluarga korban di Tempat Pemakaman Umum Mekarwangi Desa Pasangrahan Kecamatan Sukaweing Garut. Upacara pemakaman dan penghormatan terakhir bagi almarhum pun berlangsung semi militer.

Pemakaman jasad Deden Maulana telah selesai dilakukan oleh keluarga yang dibarengi upacara semi militer dari staf KKP. Anak almarhum bahkan mengantarkan jenazah ayah tercintanya dengan mengumandangkan adzan terakhir didekat liang lahat. Pemandangan ini sontak membuat isak tangis keluarga pecah karena anak almarhum sambal menetesakan air mata.

Juru bicara keluarga almarhum mengaku, measa kehilangan sosok almarhum yang ramah dan baik semasa hidup. Meski merasa berduka namun keluarga bangga karena almarhum wafat dalam keadaan sedang bertugas untuk negara.

“Tanah kelahiranya memang disini, tentunya akan dimakamkan di Garut. Almarhum telah mengabdi di KKP sekitar 20 tahun lebih sehingga dapat membuat bangga keluarga,” kata Jejen Jaelani, paman almarhum, Kamis (22/1/2026), di rumah duka.


Hujan lebat sempat mewarnai proses pemakaman, ratusan pelayad bahkan tetap memadati area pemakaman untuk melihat almarhum dikebumikan. Almarhum merupakan sosok kebanggaan keluarga karena ia mampu diterima berdinas di KKP meski lulusan STM. Ia telah bertugas selama 20 tahun di Kementerian tersebut.

“Tentunya kehilangan, tapi keluarga bangga karena ia wafat saat bertugas untuk negara. Sosok almarhum juga sangat baik, ia sering pulang ke Garut jika libur panjang, saat lebaran tiba juga seting pulang, tentunya almarhum orang yang ramah,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup
SukeTahuBatikCisitu