Ini Kata Gubernur Lemhanas Saat Gelar Kuliah Umum di Uniga

Dapurberita.id – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) TB Ace Hasan Syadzily, menggelar kuliah umum bersama ribuan mahasiswa dan wisudawan di Universitas Garut (UNIGA) pada Sabtu (14/2/2026). Dalam paparannya Ace mengungkap, ribuan sarjana baru baiknya tak bergantung kepada lamar kerja sana sini, tapi harus mampu membuat lapangan pekerjaan baru jelang menyongsong Indonesia emas.
TB Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lemhanas, memberi kuliah umum sekaligus memberi motivasi kepada 1.160 wisudawan Universitas Garut. Kegiatan yang digelar oleh rektorat kampus UNIGA ini merupakan pelantikan para sarjana dan pascasarjana dari berbagai jurusan.
Dalam pidatonya Ace memberi pesan bahwa wisuda bukan hanya prosesi pelantikan seremonial bagi para sarjana, justru merupakan momen untuk mencetak generasi penerus bangsa untuk Indonesia emas. Mencetak sarjana berarti telah memberi harapan kepada mereka untuk bisa mengelola negara apakah nanti 20 tahun akan datang akan maju atau justru negara akan gagal.
“karena wisuda hari ini bukan hanya momen seremonial belaka, tetapi merupakan refleksi kontribusi dalam mencetak generasi muda yang cerdas, kritis dan berkarakter kebangsaan yang menyongsong Indonesia emas tahun 2045,” kata TB Ace Hasan Syadzily, Sabtu (14/2/2026), di hadapan ribuan peserta wisuda.
Negara perlu kaum muda yang kritis, cerdas serta berkarakter cinta tanah air, sehingga bangsa Indonesia nanti pada tahun 2045 bisa menjadi bangsa yang besar dan maju. Saat ini negara – negara maju memang sedang berkompetisi ingin menjadi negara yang ekonominya nomor satu di dunia, tapi kaum muda saat ini menurut Ace perlu optimis karena Indonesia merupakan bangsa yang memiliki sumber daya yang melimpah.
“Di tangan adik – adik ini lah Indonesia diberikan harapan, karena kemajuan Indonesia merupakan tonggak yang harus dimulai dari sekarang, dan 20 tahun yang akan datang apakah Indonesia akan menjadi negara maju atau negara gagal, tergantung pada fase hari ini,” tambahnya.
Selain memberi motivasi, Ace juga berharap para sarjana muda ini tidak hanya mengandalkan melamar pekerjaan kesana kemari, melainkan mampu membuat lapangan pekerjaan baru. Ditengah serapan lapangan pekerjaan tanah air yang kembang kempis di era Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal, para sarjana yang baru ini diharap bisa membuat potensi untuk menciptakan ekosistem bagi program nasional.
“jadi yang saya harapkan, keterampilan yang dimiliki wisudawan keterampilan itu bisa digunakan dalam kontek bukan hanya jadi pegawai, tapi harus bisa menciptakan lapangan kerja. Jadi bukan hanya saja melamar ke sana kemari tetapi mampu memanfaatkan potensi, misalnya terkait MBG, kan makan bergizi itu membutuhkan suplai, nah itu kita harap tidak diambil dari luar tetapi harus dari orang Garut sendiri, berarti bisa menciptakan ekosistem pendorong bagi program prioritas nasional,” jelasnya.
Ace percaya para wisudawan asal Garut ini mampu berkreasi mendorong ekonomi tanah air meningkat, asalkan mereka mampu kreatif dan berkarya di tengah persaingan ekonomi saat ini. Tidak sedikit para sarjana muda di kota besar mampu membuat terobosan baru dalam segi persaingan ekonomi negara asing lain, dan tak sedikit mereka mampu menciptakan lapangan kerja baru.

















