Bocah SMP Jadi Korban Pembunuhan, Ini Kata Keluarga Korban

Dapurberita.id – Bocah SMP korban pembunuhan yang jasdnya ditemukan di bekas lahan wisata Kampung Gajah, ternyata merupakan anak asal Garut Jawa Barat. Proses pemakaman dilakukan keluarga korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Margahayu Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut.
Isak tangis keluarga korban pembunuhan pecah ketika polisi merilis pelaku pembunuhan Bocah SMP berinisial ZAQ. Keluarga tak menyangka bahwa pelakunya merupakan siswa SMA yang juga sempat berteman dengan korban.
Ditemui di rumah duka yang berada di Kampung Burujul Desa Margahayu Kecamatan Banyuresmi Garut, kakek korban mengaku bahwa cucunya itu sempat hilang sejak pulang sekolah pada hari Senin pekan kemarin. Ayah, paman dan dirinya sempat mencari namun tak membuahkan hasil.
“jadi awalnya kan hilang sejak Senin, pas pulang sekolah sudah tidak pulang ke rumah. Keluarga membuat pamflet orang hilang dan mencari kesana kemari hingga hari Rabu, baru hari Kamisnya laporan ke polisi di Cimahi,” jelas Undang Supriatna, kekek korban, Minggu (15/2/2026).
Korban lalu ditemukan oleh konten kreator yang sedang live tiktok di bekas lahan wisata Kampung Gajah pada Kamis malam. Petugas kepolisian kemudian melakukan olah TKP dan melakukan otopsi terhadap jenazah bocah SMP tersebut.
“tahunya kan ketika ada konten kreator tiktok yang menemukan di Kampung Gajah itu, keluarga lalu menerima informasi dari polisi bahkan almarhum diduga telah dibunuh karena terdapat luka 8 tusukan di badan,” tambahnya.
Usai proses otopsi yang dilakukan tim Inafis, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Jasad almarhum kemudian dibawa ke Garut dan dikebumikan di TPU yang ada di Desa Margahayu.
Kakek korban menegaskan, pelaku yang berhasil ditangkap polisi ternyata merupakan teman korban semasa main. Salah satu pelaku bahkan sempat membully almarhum semasa hidup sehingga keluarga melarang almarhum bergaul dengannya.
“dulu jadi ketika almarhum SD kelas 5 kalo tidak salah salah satu pelaku itu sempat memukul mata korban, kami keluarga kemudian melakukan musyawarah bersama yang bersangkutan agar tak bergaul lagi dengan almarhum,” tegasnya.
Keluarga ZAQ meminta agar aparat penegak hukum memberi hukuman setimpal atas perbuatan pelaku kepada korban. Keluarga juga tak menyangka pelaku yang masih duduk di bangku SMA itu bisa keji membunuh cucunya.














Tinggalkan Balasan